Well, setelah setahun penuh wacana, akhirnya foto BP ini terealisasi juga. Setelah mencoba menyelipkan waktu antara agenda UKM yang sangat padat dari awal kepengurusan baru, wacana ini baru terlaksana bahkan setelah agenda terbesar, dies natalis 39 selesai di akhir kepengurusan.
Thanks for all efforts, Guys. Master yang sudah sejuta kali jadi pewacana dan mengecewakan banyak pihak ditambah saya yang mencoba dan tetap berujung wacana. Jujur, terlalu banyak pihak yang sudah pundung saking seringnya pembatalan. Finally, semua berakhir di tangan Fauzan, haha.
Here we go, foto fenomenal dengan pusat dunia berada pada Fauzan dan Master, hihi.
Ps : dan nama BP-nya baru fix setelah setahun kemudian, BP Master :3
Terima kasih atas setahun yang menyenangkan dan penuh pembelajaran kankawan. Setahun yang mungkin berat, tapi terasa ringan ketika dibagi. Maafkan atas segala ke-bad mood-an, kekesalan, dan negative effects yang terjadi ketika saya beredar di sana. Maaf pada siapapun yang pernah disuruh dan diperlakukan semena-mena *evil smirk* dijutekin, atau hanya dilihat dengan tatapan membunuh. I'll miss the time when we're together.
Another version of mirror. Ga yang nyanyi itu si Justin Timberlake atau yang cover gini, lagunya tetap enak didengar, haha. Sukaaaa :3
Aren't you something to admire, cause your shine is something like a mirror
And I cant help but notice, you reflect in this heart of mine
If you ever feel alone and the glare makes me hard to find
Just know that I'm always parallel out on the other side
Cause with your hand in my hand and a pocket full of soul
I can tell you there's no place we couldn't go
Just put your hand on the glass, I'm here trying to pull you through
You just gotta be strong
Cause I don't wanna lose you now
I'm looking right at the other half of me
The vacancy that sat in my heart
Is a space, but now you're home
Show me how to fight for now
And Ill tell you baby, it was easy
Coming back into you once I figured it out
You were right here all along
Its like you're my mirror
My mirror staring back at me
I couldn't get any bigger
With anyone else beside of me
And now its clear as this promise
That were making two reflections into one
Cause its like you're my mirror
My mirror staring back at me, staring back at me
Aren't you something, an original, cause it doesn't seem really as simple
And I cant help but stare cause I see truth somewhere in your eyes
I cant ever change without you, you reflect me, I love that about you
And if I could, I would look at us all the time
Cause with your hand in my hand and a pocket full of soul
I can tell you there's no place we couldn't go
Just put your hand on the grass, I'm here trying to pull you through
You just gotta be strong
Cause I don't wanna lose you now
I'm looking right at the other half of me
The vacancy that sat in my heart
There's a space, but now your'e home
Show me how to fight for now
And Ill tell you baby, it was easy
Coming back into you once I figured it out
You were right here all along
Its like you're my mirror
My mirror staring back at me
I couldn't get any bigger
With anyone else beside of me
And now its clear as this promise
That were making two reflections into one
Cause its like you're my mirror
My mirror staring back at me, staring back at me
Yesterday is history
Tomorrows a mystery, mystery
I can see you looking back at me
Keep your eyes on me
Yeah, keep your eyes on me
Cause I don't wanna lose you now
I'm looking right at the other half of me
The vacancy that sat in my heart
There's a space, but now you're home
Show me how to fight for now
And Ill tell you baby, it was easy
Coming back into you once I figured it out
You were right here all along
Its like you're my mirror
My mirror staring back at me
I couldn't get any bigger
With anyone else beside of me
And now its clear as this promise
That were making two reflections into one
Cause its like you're my mirror
My mirror staring back at me, staring back at me.
Show me how to fight for now.
Cause I don't wanna lose you now.
Its like you're my mirror.
Bela belain pulang demi dua hari yang katanya super penting. Meskipun banyak banget yang dikorbankan, wisday oktober, belajar buat uts rekstruk dan kayu, resepsi utama, It's fun. Cuma dua hari, hanya bermodalkan tas ransel berisi gadget, charger, dan kertas materi yang sama sekali ga disentuh.
Kebayang ga ketika lo nyaris ga mengenali rumah lo sendiri? Haha
Kebayang ga ketika lo nyaris ga mengenali kakak lo sendiri?
Happy wedding Teti sayang. You look so beautiful, that day :)
Ps : thanks berat to Yefri yang udah bela belain ngebut buat nganterin ke bandara hari Minggunya. Gue yang bandel sih, pesawat jam 6.20 dan baru berangkat dari rumah jam 5 lewat. Lucky, sampai di bandara dengan selamat tepat jam 6, haha \(^.^)/
Sepertinya ada distorsi antara pikiran, perasaan, dan segala hal yang saya lakukan. Hari ini saja, misalnya. Terus terang saya masih kesulitan mengurutkan kronologis semua hal yang harusnya saya kerjakan hari ini dan apa yang saya lakukan.
Jadilah hari ini saya lewati dengan berceloteh kesana kemari, gangguin egy, alwan, kak olen, bang yudha, dan fauzan. Untung error dan gangguannya belum sampai ke bang zachlul, berarti tingkat keparahannya masih over consolidated belum separah yang kemarin-kemarin.
Kemarin, kemarin, dan kemarinnya lagi bahkan lebih parah. Apa kabar besok?
Maaf atas segala gangguan, kerandoman, dan jam bodoh yang datang terlalu cepat teman-teman.
Ada sesuatu disini, mengganjal dan tidak terdefenisikan.
Setelah minggu uts itu berakhir, 7 /7.Harusnya udah tenang ya? Bagaimana bisa? Tugas bahkan lebih horor daripada ujian.
Ruangan ini sangat besar. Cahaya matahari pagi yang masuk
dari jendela kaca di sebelah kiri membuat semua terang benderang dan terasa
hangat. Semua terlihat familiar. Ruangan
ini. Ruangan ini. Sofa hijaunya yang
besar dan kursi busa berlengan dengan motif hitam putih. Rumah, tempat terukir
semua kenangan.
Papa duduk di sana sambil membaca koran. Cara duduknya yang
khas membuat aku tersenyum, tersadar betapa aku merindukannya. Sudah berapa
lama aku tidak melihatnya? Ya, kebiasaannya setiap pagi, dengan kacamata
berbingkai hitam itu bertengger di hidungnya.
Menyadari aku berdiri menatapnya, papa mengalihkan fokusnya
dari koran itu dan tersenyum menatapku. Nafasku tercekat. Tersadar. Itu Papa?
Benar-benar Papa? Aku hanya terpaku di tempat, tidak bisa melakukan apapun,
tidak bisa berkata-kata. Aku hanya memandangnya tanpa berkedip, takut semuanya
hanya mimpi dan akan menghilang seketika saat aku membuka mata.
Dan ternyata memang hanya mimpi. Semua menghilang, berganti
dengan kegelapan saat aku membuka mata. Jam 3 pagi. Yang tersisa hanyalah wajah
yang basah oleh air mata dan kehampaan yang tiba-tiba menyelimutiku dalam diam.